Sementara itu, untuk mengoptimalkan kapasitas drainase, Dinas SDA juga mempercepat pengerukan pada berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung. Hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi telah mencapai 123.393 meter kubik.
"Kegiatan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas ke berbagai badan air lainnya guna meningkatkan daya tampung," katanya.
Adapun sepanjang tahun 2025, total volume pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik. Dalam mendukung kegiatan ini, Dinas SDA mengerahkan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck.
Selain itu, Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) atau Pasukan Biru yang siap bergerak saat terjadi banjir. Personel tersebut bertugas mendukung operasional pompa serta memastikan genangan dapat ditangani dengan cepat.
Selain itu, Pasukan Biru secara rutin melakukan pemantauan lapangan untuk menjaga kondisi tetap terkendali.