Ani menjelaskan, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan mandiri yang tepat. Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau gangguan pernapasan lainnya dianjurkan beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, menggunakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah selama masih bergejala.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Namun, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang memburuk atau tanda bahaya.
“Apabila terdapat kondisi yang memburuk atau muncul tanda bahaya, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, demam yang menetap, kondisi tubuh semakin lemah, atau terjadi pada kelompok berisiko tinggi, masyarakat diimbau untuk segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Ani menyampaikan, fasilitas kesehatan di Jakarta telah memiliki mekanisme pelayanan dan rujukan sesuai kondisi klinis pasien. Pemeriksaan penunjang dan pemberian terapi dilakukan berdasarkan indikasi medis serta penilaian dokter.
“Terpenting, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu waspada,” ucapnya.