Di mata keluarga, Nurlaela dikenal sebagai sosok yang fokus pada pekerjaan dan pendidikan. Dia membagi waktu antara mengajar dan menyelesaikan studi. “Dia orangnya tekun, enggak banyak bicara. Fokus kerja. Baru lulus S2,” ucapnya.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD).
Sementara itu, data terbaru mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur mencapai 14 orang. Puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka.
Insiden tersebut diduga dipicu gangguan di perlintasan sebidang yang menyebabkan keterlambatan KRL hingga akhirnya terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.