Harry menuturkan, granat lontar meledak karena diduga dipukul-pukul atau benturkan ke benda keras. Pihaknya sudah mendatangi rumah korban bersama polisi untuk meminta keterangan saksi-saksi.
“Lokasinya cukup jauh dan area steril dari warga sipil. Ada dugaan granat itu ditemukan terkubur dan digali anak-anak dan di bawa pulang ke rumah," ujar dia.
Harry mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di area latihan militer. “Kami imbau dapat mengantisipasi peristiwa serupa dengan tidak mendatangi area latihan militer. Khususnya, orang tua agar memerhatikan anak-anaknya tidak bermain di area latihan yang jaraknya sekitar dua kilometer,” kata Harry.