Dalam kegiatan tersebut, penghematan listrik tercatat mencapai 75,18 MWh. Efisiensi biaya yang dihasilkan mencapai Rp108.693.752, dengan estimasi pengurangan emisi sebesar 60,14 ton CO₂e.
Menurut Dudi, capaian tersebut memperlihatkan kontribusi pemerintah, pengelola gedung, pelaku usaha, serta masyarakat dapat menghasilkan penghematan energi yang terukur.
Pemprov DKI Jakarta berharap gerakan tersebut terus berkembang dan menjadi kebiasaan warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Dukungan masyarakat, pengelola gedung, dan pelaku usaha sangat berarti bagi gerakan ini. Mari membiasakan diri mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan. Dengan menggunakan energi sesuai kebutuhan, kita dapat menghemat biaya sekaligus ikut menjaga lingkungan Jakarta,” tutupnya.