Jumlah Gelandangan dan Pengemis di Kota Bogor Meningkat, Ini Penyebabnya

Putra Ramadhani
Ilustrasi pengemis (foto: Reuters)

"Langkah kedua menawarkan para pelaku usia sekitar 18 hingga 30 tahun, untuk mengikuti pelatihan. Sehingga keterampilan dari gelandangan dan pengemis itu bisa diasah, lalu bekerja sama dengan Sentra Terpadu Inter Suweno milik Kementerian Sosial dan Dinsos Provinsi Jawa Barat," terangnya.

Di samping itu, Dinsos juga memberikan bantuan seperti motor roda tiga kepada penyandang disabilitas. Langkah itu diakuinya memang belum cukup karena ada beberapa kembali turun ke jalan.

"Pada dasarnya kita sudah beri bantuan, kita beri pelatihan, tapi pada akhirnya gagal dan kembali ke jalan. Jadi pemerintah sudah banyak membantu dan memberi solusi. Sekarang tinggal kembali lagi kepada mental individu tersebut," ucapnya.

Sedangkan, bagi PMKS yang terindikasi mengalami gangguan jiwa dibawa ke RS Marzoeki Mahdi. Di sana, akan mendapatkan perawatan beberapa waktu.

"Biasanya di rumah sakit antara 12 hingga 22 hari, tergantung kepada tingkat sakitnya. Ada yang ringan, sedang. Kalau sudah sembuh ya secepatnya langsung dipulangkan. Jadi yang terindikasi ODGJ baru kita bawa (ke rumah sakit)," pungkasnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Viral Pengemis dan Manusia Gerobak Penuhi Trotoar Mampang, Satpol PP Amankan 8 Orang

2 bulan lalu

Pria ODGJ di Bogor Tewas Tenggelam usai Ceburkan Diri di Situ Cikaret

3 bulan lalu

Angin Kencang Terjang Ciawi Bogor, 18 Rumah Rusak

4 bulan lalu

Polisi Ungkap Modus Pemalsu Duit di Bogor, Ngaku Jadi Dukun Pengganda Uang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal