Kapolda Metro: Ini Perbuatan Sangat Keji, Memutilasi Jadi 11 Bagian

Puteranegara Batubara
Kapolda Metro Jaya, Irjan Pol Nana Sudjana usai mengikuti program donor darah, Kamis (18/6/2020). (Foto: Antara)

Sebelumnya, Nana mengungkapkan, awal mula perkenalan korban dengan salah satu pelaku LAS bermula dari aplikasi Thinder. Melalui aplikasi itu, keduanya berkenalan dan saling berbalas pesan.

Kemudian pada 7 September, Nana menceritakan, LAS dan korban janjian bertemu di apartemen kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. "Apartemen itu disewa sejak tanggal 7-12 September kemarin. Lalu, pada tanggal 9 September korban dan LAS masuk ke apartemen itu untuk saling bertemu," tuturnya.

Sebelum korban dan LAS tiba di kamar apartemen, Nana mengungkapkan, DAF lebih dahulu datang dan bersembunyi di kamar mandi. Lantas, saat korban datang dan mengobrol bersama LAS dilanjutkan dengan saling berhubungan badan, DAF pun keluar dan memukul kepala korban.

"DAF memukul menggunakan batu bata yang sudah disiapkan, lalu ditusuk hingga 7 kali, yang mana membuat korban meninggal dunia," katanya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Polisi Temukan Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS di Salemba

Nasional
12 jam lalu

Fakta Baru Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Pelaku Diduga 4 Orang, Pakai 2 Motor

Nasional
13 jam lalu

Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Buletin
13 jam lalu

Polda Metro Jaya Ungkap Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Diduga Berjumlah 4 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal