Tidak hanya itu, komunikasi yang dibangun antar warga untuk memperhatikan lingkungan juga menjadi kunci penting berjalannya distribusi bansos. Warga mendapat info dengan baik dan tidak merasa dirugikan.
"Kadang-kadang kami menemukan warga yang rumah dan kehidupannya lumayan, tapi dia dapat juga, namanya ada di situ. Lalu kami tanya dan berikan pengertian agar bantuan yang seharusnya dia terima bisa dialihkan kepada warga lain yang jauh lebih membutuhkan," ujar Nurhadi.
Yulianingsih (37), seorang ibu rumah tangga mengaku sejak adanya wabah covid-19 perekonomian keluarganya mengalami lesu. Dia mengaku bersyukur bantuan dari pemerintah bisa membantu perekonomian keluarganya.
"Suami kerja buruh, kadang di bangunan, proyek. Sejak covid-19 perekonomian keluarga agak terganggu," katanya.
Hal serupa juga dialami oleh Siti Khodijah (33), istri dari seorang buruh antar perabot rumah tangga ini mengaku keberlangsungan hidup keluarganya terganggu akibat dampak pandemi covid-19. Padahal dia saat ini merawat anaknya yang masih bayi dan membutuhkan susu.
"Saya punya anak kecil yang butuh susu, sering tidak bisa beli. Jadi merasa terbantu dengan bantuan ini," kata dia.
Hingga saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan sembako kepada 1,9 juta keluarga di Jabodetabek. Setiap keluarga mendapatkan bantuan sebanyak enam kali. Untuk wilayah Bodetabek, saat ini pemberian bansos telah memasuki tahap ketiga.