Dudi menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan dampak nyata dari aksi penghematan energi baik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca maupun dalam efisiensi biaya listrik. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang telah mendukung Aksi Hemat Energi ini.
“Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk terus menerapkan perilaku hemat energi sebagai langkah menghadapi perubahan iklim,” ucapnya.
Dia mengatakan, program ini akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tahun. Dia berharap gerakan ini dapat mendorong masyarakat Jakarta untuk membiasakan penghematan energi sebagai kebiasaan sehari-hari.
Menurut Dudi, kegiatan hemat energi ini dapat dimulai dari langkah sererhana di rumah masing-masing, seperti mengganti lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi, mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai dan mengatur suhu pendingin ruangan secara efisien.
“Dari kebiasaan kecil sehari-hari ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pengurangan emisi karbon dan mendukung terciptanya Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tandasnya.
Diketahui, pemadaman lampu berlangsung pukul 20.30-21.30 WIB. Lampu-lampu penerangan di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri dipadamkan, seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.