Kisah Batu Peninggalan Abad 17, Bukti Kejayaan Produksi Gula di Batavia

Komaruddin Bagja
Batu peninggalan abad 17 dievakuasi petugas Damkar. (Foto Antara).

Selain ditempatkan di Balai Budaya Condet, saat ini salah satu batu penggilingan lain juga berada di Museum Sejarah Jakarta.

Iwan menambahkan batu penggilingan ini merupakan alat pengolah tebu yang diperkirakan digunakan pada abad ke-17 dan 18. "Pada masa itu, gula menjadi salah satu komoditas penting untuk perdagangan di dunia," katanya.

Batavia adalah salah satu daerah penghasil gula, di mana hasilnya diekspor ke China dan Jepang. Produksi gula di Batavia dilakukan orang China yang bermukim di wilayah Pecinan.

Menyadari produksi gula memberikan keuntungan, Kongsi Dagang VOC akhirnya membuat ketetapan bahwa gula di Batavia wajib dijual kepada VOC, tidak boleh diperjualbelikan kepada pihak lain.

Iwan menambahkan, pada 1710 merupakan puncak kejayaan produksi gula di Batavia dengan 130 pabrik pembuat gula yang dimiliki oleh orang China, dengan sebagian besar berada di sekitar Sungai Ciliwung.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
13 hari lalu

Daftar Harga Pangan 23 September 2026, Cabai Merah Keriting hingga Gula Naik 

23 hari lalu

Warning! Kekeringan di Jakarta Berlanjut Hingga 20 September 2026

24 hari lalu

Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa hingga Bandung dan Malang

29 hari lalu

Jakarta Diserang Abu Vulkanik hingga Kualitas Udara Buruk, Pakai Masker Ya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal