Sarwo mengamini Aipda Edi menjadi korban pembegalan. Pasalnya, selain ditemukan berlumuran darah pada bagian punggung, di jalanan sendiri juga terlihat cercakan darah. Apalagi, korban juga berujar akan kehilangan motornya.
"(Korban) minta tolong, motor saya dibawa kabur katanya. Pas diangkat jaketnya juga berlumuran darah," tuturnya lagi.
Atas kejadian tersebut Sarwono dan Ketua RT setempat langsung menghubungi Polsek Jatisampurna. Hal ini dilakukan akibat dirinya tak mampu membawa korban menggunakan sepeda motor.
"Tadinya mau dibawa pake motor karena gabisa karena dia udah lemas ga begitu lama RT ngebel ke Kapolsek Jatisampurna." katanya.