Langit Biru Jakarta Ramai di Medsos, Ini Penjelasan BMKG

Komaruddin Bagja
Langit Jakarta di Kawasan Cempaka Baru Jakpus (Foto: iNews/Fida)

"Kondisi inilah yang menghambat proses pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan," katanya.

"Selain itu pada saat ini posisi pergerakan semu matahari berada di sebelah Selatan Ekuator hingga 23.5LS, sinar matahari yang dipancarkan dan diterima oleh bumi (dalam hal ini wil Indonesia sebelah Selatan khatulistiwa) sangat optimal," kata Hary lagi.

Kondisi ini yang membawa berbagai macam jenis gelombang panjang salah satu cahaya tampak atau yang biasa dikenal istilah mejikuhibiniu.

Panjang gelombang yang masuk ke bumi dihalau dan difilter oleh partikel-partikel yang ada di atmosfer hanya menyisakan gelombang cahaya tampak. 

Selanjutnya gelombang tersebut pada saat kondisi cuaca cerah berinteraksi dengan partikel-partikel penyusun yang ada di atmosfer, akibatnya terjadi penghamburan cahaya. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
6 jam lalu

Operasi Modifikasi Cuaca Digeber Atasi Karhutla Kalimantan, Terkendala Pertumbuhan Awan Hujan

12 jam lalu

4.258 Gempa Susulan Guncang NTT, BMKG Prediksi Berlangsung hingga 4 Minggu

13 jam lalu

Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 21 Agustus 2026, Simak Sebelum Bepergian

20 jam lalu

Kemarau Masih Berlanjut, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Oktober 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal