Siti menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan. Menurutnya, laporan dari warga sangat membantu percepatan penanganan di lapangan.
“Setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti agar jalan rusak tidak menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengendara,” katanya.
Dia menjelaskan, Dinas Bina Marga memiliki Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga di tingkat kecamatan, suku dinas, serta satgas pasukan kuning yang selalu siaga melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Setiap kerusakan yang ditemukan akan langsung ditangani untuk menghindari potensi kecelakaan.
Selain itu, mitigasi juga dilakukan dengan pemasangan marka atau garis peringatan di titik-titik jalan rusak agar masyarakat lebih waspada saat melintas.
“Penanganan saat ini dilakukan secara sementara dan darurat dengan penambalan. Namun, ketika kondisi cuaca sudah mendukung, perbaikan permanen akan dilakukan menggunakan aspal hotmix agar kualitas jalan lebih baik dan lebih tahan lama,” katanya.