Menurut keterangan PT GLD Property, masjid pengganti ini memiliki kapasitas hingga 800 jemaah dan telah digunakan untuk kegiatan ibadah sejak 2020. Sementara itu, keterangan pengelola menyebut kapasitas masjid kini mencapai 1.000 jemaah.
Selain memiliki bangunan lebih luas, lokasi baru Masjid Al Hurriyah juga dinilai lebih strategis. Jika sebelumnya berada di dalam gang kawasan Kebon Sirih, kini masjid berdiri di pinggir jalan dan lebih mudah dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.
Apakah perpindahan tersebut membuat akses masyarakat menuju masjid semakin mudah?
Ketua DKM Masjid Al Hurriyah Pejaten Timur menjelaskan, lokasi baru memiliki keunggulan dari sisi akses transportasi dan kenyamanan lingkungan.
"Untuk dari jangkauannya sebetulnya sih sangat strategis, kalau dipikir lebih dekat karena dari akses transportasi itu lebih mudah seperti itu," ujarnya.