Dari situ, masyarakat berinisiasi menerapkan corak batik Kembang Mayang yang ada di dinding-dinding warga ke sebuah kain. Pelatihan produksi batik pun dilakukan warga dengan menggandeng kampung batik yang sudah berjalan. Yakni, kampung batik Pal Batu, Jakarta Selatan.
Baik remaja, muda-mudi maupun ibu-ibu rumah tangga di perkampungan Kembang Mayang mulai belajar memproduksi batik, mulai proses canting, pewarnaan, pelapisan warna, hingga ngelorot atau merebus kain batik. Hingga akhirnya di lokasi setempat didirikan sanggar membatik.
“Kami mencanangkan ini karena belum ada kampung batik di Tangerang. Awalnya, warga di sini merelakan tembok-temboknya dicat motif batik,” kata Pendiri Sanggar Batik Kembang Mayang Farah, Senin 12 Maret.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang tengah gencar mempromosikan kampung batik Kembang Mayang kepada masyarakat luas. Kegiatan promosi dilakukan melalui pameran dan beragam even.
“Keinginan Wali Kota ada dulu kampung batik, ke depan akan kita tata rapi. Kita akan mempatenkan batik khas Tangerang, promosi juga akan terus dilakukan dalam berbagai even, seperti Festival Cisadane dan festival-festival budaya lainnya,” kata Kasie Sejarah dan Pelestarian Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Jajat Fajar Bunyani.