Menteri LH Ajak Pramono Garap Perdagangan Karbon Bantargebang: Potensinya Ratusan Miliar Rupiah!

Yuwantoro Winduajie
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (foto: Binti Mufarida)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, mengungkap potensi besar perdagangan karbon dari pengelolaan gas metana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurutnya, pengurangan emisi metana di kawasan tersebut dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga ratusan miliar rupiah melalui skema kredit karbon.

Hal itu disampaikan Jumhur saat menghadiri peluncuran dan diskusi buku Marhaenisme Dalil Baru untuk Gen Z di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (4/7/2026). Menurut Jumhur apabila emisi gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah dapat ditekan atau dihilangkan, maka akan tercipta nilai ekonomi yang besar melalui skema kredit karbon.

Paparan itu dia sampaikan langsung di hadapan Gubernur Jakarta Pramono Anung.

"Nah, karena itu nanti Pak Pram (Pramono Anung), kita mau bikin regulasi kalau ada perdagangan karbon di atas hutan, atau bisa juga begini, kayak misalnya Bantargebang. Bantargebang itu Pak Pram, kalau Pak Pram bisa menghilangkan gas metana yang jahatnya 32 kali dari CO2, begitu dihilangkan, langsung nol, itu bisa ratusan miliar harganya," kata dia.

Jumhur menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar memperoleh manfaat ekonomi dari perdagangan karbon karena perannya sebagai pemasok oksigen dunia melalui kawasan hutan yang dimiliki.

Dia mengatakan, selama ini perdagangan karbon umumnya hanya menitikberatkan pada aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Namun, menurutnya, Indonesia perlu menambahkan aspek kesejahteraan dalam skema tersebut.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 jam lalu

Prabowo Tinjau Karhutla Tak Didampingi Menhut dan Menteri LH, Istana Beri Penjelasan

5 jam lalu

Pramono Ungkap Biang Kerok Polusi di DKI: dari Luar Jakarta

5 jam lalu

Pramono Akui Sulit Atasi Polusi Jakarta, Sebut Industri yang Pakai Batu Bara Jadi Biang Kerok

6 jam lalu

Pramono Sebut Modifikasi Cuaca di Jakarta Terkendala Kondisi Awan: Tak Semua Bisa Turunkan Hujan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal