Anies mengaku sudah menonton beberapa kali saat film ini keluar pertama kali di tahun 1988. Saat itu Anies masih duduk di bangku SMA. Kini film Tjoet Nja’ Dhien diputar ulang. Getaran semangat dalam film ini masih tetap kuat.
Menurut Anies, Eros Djarot memang fenomenal. Dia sanggup mengejawantahkan gelora heroik masa itu menjadi rangkaian gambar dan narasi yang dahsyat. Dia serap gelora perjuangan rakyat Aceh, lalu dipancarkannya dalam berbagai adegan dengan memesona.
"Ya, Eros Djarot memang dahsyat!," ungkapnya.
Anies kembali mengajak semua menonton film kisah pahlawan dari Aceh itu agar semua makin sadar mengapa Aceh itu tanahnya harum. Di Aceh inilah tanahnya disiramirata dengan darah para syuhada. Ya, pengharum tanah di Aceh itu adalah darah syuhada.
"Tontonlah film ini, ada hikmah dan pelajaran amat dalam dari menonton filem Tjoet Nja’ Dhien ini....," ajak Anies.