OK OTrip Diluncurkan, Organda DKI Siap Remajakan Armada Angkutan Umum

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mencoba program OK OTrip di dalam angkutan umum. (Foto: iNews.id/Wildan Catra)

Menurut dia, sejauh ini ada sekitar 80 armada yang siap untuk mendukung program OK OTrip. Ke 80 armada itu mengakomodir trayek yang ada di empat wilayah administrasi di Provinsi DKI. Yakni, kawasan Jelambar Jakarta Barat, Duren Sawit Jakarta Timur, Warakas Jakarta Utara, dan Lebak Bulus Jakarta Selatan.

“Untuk itu akan dilakukan peremajaan armada secara bertahap,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, program OK OTrip ini merupakan penerapan sistem angkutan jalan yang saling terintegrasi antara trayek, layanan, manajemen, hingga pembayaran.

Selama uji coba program OK OTrip tiga bulan ke depan, pemprov akan menerapkan tarif promo Rp3.500 per tiga jam perjalanan. Artinya, pengguna transportasi umum hanya membayar Rp3.500 untuk sekali jalan selama tiga jam walaupun harus beberapa kali pindah kendaraan umum. Selanjutnya, kata Andri, pemprov akan mematok tarif normal Rp5.000 per tiga jam perjalanan setelah program uji coba selesai.

“Dengan program OK OTrip ini, pelanggan membayar secara non tunai untuk perjalanan menggunakan transportasi massal,” kata Andri di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Konsep yang diterapkan pemprov dalam program OK OTrip adalah One Man One Ticket (OMOT), yakni satu tiket hanya bisa diperuntukkan satu pengguna transprotasi umum atau tidak dapat digunakan secara bergantian. Sementara pembelian kartu OK OTrip bisa didapat di halte-halte Transjakarta dan outlet-outlet yang bekerja sama dengan PT Transjakarta.

“Sistem One Man One Ticket ini akan diimplementasikan di seluruh halte Transjakarta mulai 22 Desember 2017,” ucapnya.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Jakarta Bisa Nobar Piala Dunia 2026 di GOR, Pemprov Siapkan Fasilitas Khusus

57 tahun lalu

Pramono Anung Buka Suara soal Tarif Transjabodetabek, Tak Semua Rute Akan Naik

57 tahun lalu

Pramono Bersyukur WFH Ditetapkan Hari Jumat Bukan Rabu, Ada Apa?

57 tahun lalu

Sandiaga Uno Sebut Konten Digital Jadi Tren Bisnis yang Cuan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal