Pedagang Curhat Kerap Dibebankan terkait Pergerakan Harga, Minta Bantuan Pemerintah

Rohman Wibowo
Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Koja Baru. (Foto: Rohman Wibowo)

Bagi pedagang seperti Suparman dan Efendi, harga menjadi penentu omzet. Semakin harga naik dan mahal, maka konsumen bakal mencari harga yang paling ekonomis.

"(Harapan) ke pemerintah, jangan sampai naik lagi (harga). Harga segini ini udah berat. Masyarakat ini, masalah beli daging itu udah enggak kuat kayaknya. Ya mudah-mudahan jangan sampai naik lagi harga daging ini," kata Suparman.

Adapun, pemerintah mencoba menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga. Seperti Perum Bulog yang menyuplai beras medium dan Minyakita dalam jumlah yang diprediksi cukup untuk kebutuhan Ramadan kali ini.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton pada periode Januari-Maret 2026, meningkat 1,39 juta ton dibandingkan produksi beras Januari-Maret 2025.

Kemudian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang akan membantu ketersediaan stok seperti cabai di pasaran dari salah satu produsen di Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, Bapanas akan mensubsidi biaya distribusi cabai dari produsen ke tangan pedagang di pasar induk.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Megapolitan
12 jam lalu

Harga Cabai di Jakarta Meroket, Pramono: 1-2 Minggu Pasti Kembali Normal

Nasional
18 jam lalu

Harga BBM Pertamina 19 Februari 2026 di Hari Pertama Puasa, Ada yang Turun?

Photo
1 hari lalu

Harga Telur Ayam Naik Jelang Ramadan

Buletin
1 hari lalu

Harga Cabai Rawit dan Daging Meroket Tinggi jelang Ramadan 1447 H

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal