"Dengan penguatan dan peningkatan kapasitas kali dan saluran air, seperti di Kali Mampang, otomatis debit air yang bisa ditampung itu meningkat dan tentu banjir ataupun genangan yang biasanya terjadi ini bisa kita turunkan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menerangkan, pembersihan dan pengerukan di kawasan Kali Mampang dilakukan sepanjang 437 meter. Saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 61 persen dari target.
Pembersihan dan pengerukan tersebut dilakukan sejak 8 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
"Upaya pengerukan ini untuk mengurangi permasalahan genangan atau banjir yang ada di wilayah Jakarta Selatan. Makanya sebelum terjadi musim hujan, kita siapkan payung sebelum hujan. Mudah-mudahan ketika nanti turun hujan, ini saluran kita sudah siap untuk menampung curah hujan yang mungkin ekstrem," katanya.
Selain pembersihan dan pengerukan kali serta saluran air, pihaknya juga melakukan penerapan di sejumlah wilayah, termasuk Mampang. Kegiatan tersebut dilakukan sejak 7 Juli hingga 4 Desember 2026 dengan progres saat ini mencapai 75 persen.
Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim hujan di Jakarta Selatan.