“Dengan pembangunan Puskeswan tambahan ini, diharapkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah dijangkau, lebih cepat, dan lebih merata, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan hewan pemerintah di wilayah Jakarta,” katanya.
Dari sisi layanan, Puskeswan baru akan menyediakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan hingga tindakan bedah. Fasilitas tersebut juga didukung sarana diagnostik, antara lain alat pemeriksaan analisa darah rutin atau hematologi, pemeriksaan kimia darah, pemeriksaan urin, ultrasonografi (USG), pemeriksaan feses, serta pemeriksaan parasit.
“Fasilitas tersebut memungkinkan dokter hewan melakukan pemeriksaan secara lebih komprehensif sebelum menentukan diagnosis dan tindakan pengobatan,” ucapnya.
Hasudungan menyampaikan, pembangunan Puskeswan baru pada prinsipnya ditujukan untuk menghadirkan standar pelayanan kesehatan hewan yang memadai di wilayah Jakarta.
Selain itu, Puskeswan akan memperkuat fungsi pemerintah dalam pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, serta pengendalian penyakit hewan dan penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia.
Hasudungan menambahkan, Puskeswan Ragunan ke depan akan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Hewan milik Pemprov DKI Jakarta dengan peningkatan fasilitas sebagai unit pelayanan kesehatan hewan rujukan.
“Pembangunan lima unit Puskeswan ditargetkan selesai pada Desember 2026,” tandasnya.