Setelah sempat meninggalkan lokasi, kedua orang tersebut kembali dengan mengajak sekitar lima rekannya. Setibanya di lokasi, mereka diduga membuat keributan dan merusak sejumlah lapak UMKM, termasuk gerobak penjual nasi uduk yang sebelumnya berada di lokasi kejadian.
"Sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul," tuturnya.
Perselisihan yang semula terjadi di kawasan Matraman itu kemudian berkembang dan bergeser hingga ke Jalan Tambak.
Reynold menjelaskan, perselisihan antara sekelompok orang dengan warga Matraman memicu aksi saling lempar batu. Situasi semakin memanas ketika warga sekitar merasa lingkungan mereka terusik sehingga bentrokan meluas.
"Terjadi baku lempar atau lempar-lemparan batu. Perselisihan tersebut kemudian lari sampai ke lokasi Jalan Tambak ini," kata dia.