JAKARTA, iNews.id - Sejumlah mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dilaporkan kehilangan akses bantuan pendidikan akibat perubahan data desil. Kondisi ini membuat sejumlah mahasiswa disebut tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menerima laporan mengenai persoalan tersebut. Dia menyebut, terdapat enam mahasiswa yang tidak lagi bisa menggunakan KJMU setelah mengalami perubahan data desil.
"Saya juga banyak mendapatkan masukan bahwa kemarin katanya, kemarin ya saya juga akan mengecek itu, ada enam orang yang akhirnya tidak bisa melanjutkan kuliah karena tidak mendapatkan lagi KJMU," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pramono meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan pemeriksaan ulang terhadap kondisi para mahasiswa tersebut.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu program yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta sehingga persoalan yang dialami penerima KJMU perlu segera ditindaklanjuti.