"Kalau kita sebagai bangsa, sebagai keluarga besar yang berkomunikasi dengan baik di antara sesama anak bangsa, saya meyakini pasti, pasti hal yang seperti ini tidak terjadi di Jakarta," ucapnya.
Pramono juga menyinggung keterkaitan kehidupan keberagaman dengan sejumlah aspek pembangunan di Jakarta, mulai dari keagamaan, kesehatan, pendidikan, hingga kemasyarakatan.
"Hal itu tercermin dalam yang berkaitan dengan keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan. Kita tertinggi karena apa? Toleransinya sudah dianggap sebagai sebuah provinsi dengan toleransi yang tertinggi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut menyampaikan perkembangan pembangunan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jaya. Pembangunan gereja itu telah mencapai 80 persen, sedangkan pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian akhir dan penyiapan perlengkapan.
Meski belum sepenuhnya rampung, gereja tersebut sudah dapat digunakan untuk beribadah sejak Maret 2026.
“Peresmian ini menjadi momentum penting bagi pertumbuhan kehidupan rohani, penguatan kebersamaan jemaat, serta peningkatan kontribusi gereja dalam kehidupan bermasyarakat. Ini sekaligus menegaskan Jakarta sebagai rumah keberagaman,” tuturnya.