"Saya sampaikan bahwa kalau dulu yang diatur hanya Transjakarta, sekarang pengaturannya menjadi Transjabodetabek," imbuh Pramono.
Penjelasan tersebut kemudian mengarah pada persoalan pembiayaan. Mamdani menanyakan skema subsidi yang digunakan untuk menopang layanan transportasi aglomerasi.
"Nah, bagi dia yang menjadi pertanyaan paling dalam adalah bagaimana dengan subsidinya? Ya sementara ini subsidi sepenuhnya menjadi beban tanggung jawab Pemerintah Jakarta," jelas Pramono.
Menurut Pramono, integrasi berbagai moda transportasi menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jakarta dan wilayah sekitarnya. Saat ini, masyarakat memiliki sejumlah pilihan transportasi publik, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans hingga KRL.
"Dan kami yakin kalau ini penataannya menjadi lebih baik, sekarang ini kan orang juga merasakan bahwa fasilitas transportasi di Jakarta setelah MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, KRL, membuat Jakarta konektivitasnya menjadi semakin baik," tutup Pramono.