“PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional pada akhir 2029 mendatang,” ucapnya.
Di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kontrak CP205 juga menunjukkan kemajuan. Progresnya telah mencapai 52,45 persen dari target 44,96 persen. Per 25 Juli 2026, pengecoran rel di terowongan arah utara dan selatan segmen Bundaran HI-Thamrin telah selesai, termasuk pada area peron Stasiun Thamrin.
Rendy menyampaikan, MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota dengan panjang sekitar 5,8 kilometer. Jalur tersebut terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.
Fase 2A MRT Jakarta dikembangkan dengan konsep kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD). Konsep tersebut mengintegrasikan kawasan stasiun dengan berbagai moda transportasi publik lainnya.