"Pemkot Tangsel membutuhkan pimpinan yang memiliki poin-poin dalam sustainable development goals serta indeks kebahagiaan untuk melengkapi poin kesejahteraan masyarakat yang sudah ada selama ini," katanya.
Permasalahan perkotaan yang menjadi kepeduliannya antara lain transportasi massal, air, sampah, pendidikan, kesehatan, perempuan, integrasi data dan data mining. Kokok juga mengatakan pentingnya pimpinan Tangsel merealisasikan serangkaian kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan di Tangsel.
"Pendapatan Asli Daerah Tangsel untuk 2020 mencapai Rp2 triliun dengan APBD Rp3,9 triliun. Dengan demikian butuh kebijakan untuk meningkatkan pajak daerah berikut retribusi dengan cara kreatif dan berkeadilan," tuturnya.