Tatang menjelaskan, Ojos merupakan residivis dalam kasus narkoba, yang telah beberapa kali tertangkap polisi. Ojos pernah menjalani hukuman penjara di LP Cipinang selama 5 tahun dalam kasus kepemilikan narkoba dan terakhir korban ditangkap Polisi pada Juli lalu, terkait kasus yang sama.
Dia memaparkan, meskipun kasus pemukulan yang dilakukan oleh Sertu SP telah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan Tau ketentuan hukum yang berlaku bagi personel TNI AD yang melakukan tindakan indisipliner atau tindak pidana.
"Sertu SP akan diserahkan ke pihak Denpom II Cijantung (sesuai TKP) untuk menjalani proses penyidikan selanjutnya," tuturnya.