Anies mengungkapkan, rapat tersebut membahas penerapan sistem ganjil genap di ruas jalan sekitar venue Asian Games. Yakni di Jalan S Parman-Gatot Subroto-MT Haryono-DI Panjaitan-A Yani-Simpang Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.
Kemudian, Jalan Arteri Pondok Indah dari Kartini hingga Kebayoran Baru, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Benyamin Sueb Kemayoran.
Dia menekankan, penerapan sistem ganjil genap di ruas jalan tersebut hanya berlangsung saat perhelatan Asian Games 2018 berlangsung. Yakni diterapkan satu bulan sebelum hingga Asian Games berakhir September.
“Saya perlu garis bawahi bahwa ini sampai dengan Asian Games selesai, bukan ganjil genap terus. Karena sempat berkembang informasi bahwa ganjil genapnya terus, bukan. Ini sebulan sebelum Asian Games dan sampai Asian Games selesai. Jadi sesudah itu kita kembali kepada jalur yang normal,” kata Anies.
Sementara untuk lokasi ganjil genap yang selama ini sudah berjalan sejak 30 Agustus 2016 yakni di Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman dan sebagian di Jalan Gatot Subroto tetap berjalan seperti biasa. Perluasan kebijakan ganjil genap di luar dua lokasi tersebut bertujuan hanya untuk mendukung Asian Games. Agar keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga dengan baik sehingga aktivitas atlet dan official serta seluruh kegiatan masyarakat lancar dan nyaman.