Masyarakat diminta untuk tidak perlu khawatir karena sudah ada langkah cepat penanganan. Sejauh ini, Disdukcapil juga belum mendapat laporan dari masyarakat Kota Bogor yang merasa dirugikan maupun lainnya terkait dugaan peretasan server.
"Kami tidak tahu persis (kerugian) karena terinformasikan dihack pemanfaatan oleh oknum tertentu kita juga belum tahu tetapi sejauh ini belum ada laporan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena langkah cepat dari Dirjen tentunya data mudah-mudahan belum terjual karena segera kita matikan. Antisipasi cepat memerintahkan mematikan (server) itukan juga upaya yang cepat agar data yang dijual belum tereksekusi dengan baik," tutur Nurjatmiko.
Seperti diberitakan sebelumnya, server di empat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) diduga telah menjadi target serangan peretas. Empat Disdukcapil tersebut yakni Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Subang, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan hal itu sudah selesai sejak pekan lalu.
"Sudah teratasi sejak pekan lalu. Pekan lalu sudah kita mitigasi risiko yaitu dengan mematikan jaringan yang menggunakan internet publik untuk layanan online, agar diperkuat dengan firewall dan sistem pengamanan lainnya," katanya, Senin (7/6/2021).
Dia mengatakan, telah mengevaluasi layanan di empat Disdukcapil karena kurangnya pengamanan terhadap data.
"Empat layanan online Disdukcapil tersebut saya evaluasi karena kurang secure dalam aspek pengamanan data," tutur Zudan.