Meski operasi pencarian formal telah dihentikan oleh Basarnas Banten, doa dan harapan dari pihak keluarga, rekan jurnalis, serta tetangga tak pernah putus mengalir bagi Yudistiro dan empat jurnalis lainnya.
Seperti diketahui, Yudistiro bersama empat jurnalis lainnya, dua kru kapal, dan seorang pemandu dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mereka berangkat dari Anyer menggunakan speedboat menuju kawasan Krakatau.