JAKARTA,iNews.id – Peredaran Narkoba menjadi fokus kinerja Polres Metro Jakarta Barat tahun depan. Hal itu mengingat tren pengguna dan pengedar narkoba di wilayah hukum Jakarta Barat naik drastis sepanjang tahun 2017.
Polres Metro Jakarta Barat merilis, ada kenaikan dari 970 kasus pada 2016 menjadi 1.231 kasus di tahun 2017. Untuk barang bukti yang dapat diamankan sebanyak 75 kilogram sabu, 42 kilogram ganja, dan narkoba golongan empat sebanyak 85.000 butir.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta AKBP Suhermanto berjanji, tahun depan, jajarannya akan lebih meningkatkan kinerja dalam pencegahan maupun penindakan penyalahgunaan narkoba. Dia mengajak seluruh stakeholder bersama-sama mencegah maupun penindakan terhadap tempat-tempat yang berpotensi sebagai pusat peredaran narkoba.
“Butuh kerja sama menyeluruh untuk mencegah peredaran narkoba di Ibu Kota, khususnya di Jakarta Barat. Peran Pemda (Pemerintah Daerah) juga sangat berarti,” kata Suhermanto di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (29/12/2017).
Suhermanto mengaku sudah mempersiapkan langkah kerja pada tahun depan. Dia akan melakukan tindakan menyeluruh dengan memberantas permukiman-permukiman penduduk yang disinyalir sebagai pusat peredaran narkoba. Seperti kampung Boncos dan kampung Ambon. “Kami kembangkan, karena narkoba masih menjadi pemicu kejahatan,” ujar dia.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, penyalahgunaan narkoba turut memicu kejahatan jalanan. Karena itu, Hengki ingin mengaktifkan kembali tim pemburu preman yang pernah dimiliki Polres Metro Jakarta Barat. “Tim ini nantinya tidak hanya mengandalkan dari satuan lain, bisa melibatkan Sabhara dan Binmas,” kata Hengki.