“Kita masih kejar terus, ini ada sekitar 153-an,” ujar dia.
Anwar mengatakan, saat ini Pemkot Jakarta Timur sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan audit kepada perusahaan penunggak pajak.
“Jadi nanti KPK juga menentukan, apakah ada unsur kesengajaan, atau uangnya dipakai terlebih dahulu, nanti diaudit,” tutur Anwar.