Mobil dinas TNI serempetan dengan mobil masyarakat sipil (Foto : Ist)
Riezky Maulana

JAKARTA, iNews.id- Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) mendalami kejadian serempetan kendaraan Xpander Putih berpelat B 2890 SZL dengan salah satu kendaraan dinas TNI AD berpelat 7595-52. Peristiwa yang terjadi di Pintu Tol Jatikarya Bekasi Senin (2/5/2022) lalu itu viral di media sosial. 

"Kami (TNI AD) sudah mendapatkan laporan terkait kejadian ini, dan pihak Puspomad sedang mendalaminya," ujar Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya, Senin (9/5/2022). 

Tatang memaparkan, TNI AD telah meminta keterangan dari pemilik kendaraan dinas tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Satlantas Jalan Tol dan pihak Jasa Marga untuk mendalami rekaman CCTV di lokasi kejadian. 

Dia menegaskan, TNI AD akan meminta keterangan dari beberapa saksi berkaitan dengan kasus ini. Termasuk sangat pengemudi Xpander Putih tersebut. 

"Sambil pendalaman ini berjalan, yang bersangkutan (pemilik Randis TNI AD) akan diproses," imbuh Kadispenad. 

Dirinya menyampaikan bahwa TNI AD akan memberikan proses hukum atas oknum prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran. Tatang meminta agar masyarakat tak terprovokasi atas kejadian yang viral di media sosial tersebut. 

"Apabila melibatkan pihak sipil serta terbukti prajurit TNI AD yang menjadi korban, maka akan diserahkan ke pihak Kepolisian untuk proses lebih lanjut," ucapnya. 

Sekadar informasi, akun @piratekking melaporkan bahwa mobil yang dikemudikan oleh sang ayah diserempet mobil berpelat dinas TNI AD. Mitsubishi Xpander yang ditumpanginya mencoba masuk ke lajur 1 dari bahu jalan.

Akan tetapi, secara tiba-tiba mobil Toyota Kijang warna hijau juga mencoba masuk ke lajurnyang sama dari lajur 2.

"Kami sudah berhenti untuk memberi beliau jalan namun dia terus mendekati mobil kami hingga menyerempet bumper depan mobil kami," tulis akun tersebut.

Usai membayar tol, baik pengemudi Xpander dan Kijang sama-sama menepikan kendaraan di bahu jalan. Sebab, keduanya merasa dirugikan satu sama lain. 

"Si supir ini makin ngotot untuk meminta ganti rugi padahal mobil kami yang menjadi korban. akhirnya mama saya ikut turun dan petugas gerbang tol juga ikut turun tangan menangani masalah kami," katanya. 

Alih-alih mencapai kesepakatan damai, sopir Kijang TNI itu langsung kembali ke mobil dan menghantam bagian depan mobi Xpander. Setelahnya, mobil kijang itu pergi begitu aja. 

"Namun si sopir bilang 'mau saya tabrakin lagi mobilnya?' Dan dia bergegas masuk ke mobilnya dan mobilnya dimundurkan hingga nabrak mobil kami dan menjauh dari mobil kami," tuturnya. 


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT