"Pas sampai ke tempat drivernya, dia lagi video call. Posisi handphone ditaro di motor, kayaknya saya masuk frame di video call itu," tuturnya.
Saat sudah di indekos Jalan Madrasah, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan dan tengah beristirahat, kata dia, korban mendadak dihubungi nomor tak dikenal yang mengaku-aku sebagai istri driver ojol tersebut. Istri driver ojol itu meminta korban menemuinya, dia lalu turun dari kamar indekosnya untuk menemui pelaku.
Korban menambahkan, dia lantas terlibat cekcok mulut dengan pelaku lantaran pelaku langsung menuduhnya sebagai perebut laki orang (pelakor) atau selingkuhan suaminya. Meski telah dibantah, pelaku terus menerus melayangkan tuduhan tersebut hingga akhirnya terjadi penganiayaan itu.
"Orang yang telepon ini ternyata sudah ada di depan gerbang kost marah-marah dan nerobos masuk nyuruh saya turun. Dia bilang dia istrinya si driver ojol," katanya.
Dalam rekaman CCTV, korban tampak ditarik tangannya dan bajunya serta dijambaki rambutnya oleh istri driver ojol, yang mana saat kejadian driver ojol itu juga ada di lokasi dan sempat berusaha melerainya. Korban telah melaporkan kejadian itu pasca kejadian pada Sabtu, 17 September 2022 dengan nomor laporan LPB/367/K/IX/2022/Sek Sanggar, Res Jaksel, PMJ.