Dia pun berharap tindakan cepat dari pemerintah untuk menangani longsor di wilayah ini.
"Jadi nanti kita berkoordinasi sama RT tersebut. Hari ini kita tunggu tindakan dan solusi apa, mudah-mudahan secepatnya, karena ini darurat ya. Sebenarnya di sini ada komunitas Tagana (Taruna Siaga Bencana), juga ada komunitas Kali Cipinang, ada satgas dan lain-lainnya, semua RT terlibat juga di situ," tutur dia.
Sementara itu saksi mata, Nur Wahyono (60) mengaku cukup khawatir dengan adanya kejadian tersebut. Rumahnya yang berada di bawah tebing longsor berpotensi tertimpa reruntuhan.
"Hujan deras kemarin, singkat aja kejadiannya, begitu ambrol, saya takut, langsung saya telepon RT kita," katanya.
"Aku teriak-teriak tuh pada datang ke sini, pada ngeliat ke sini, yang utama pada nyingkirin balok-balok supaya enggak menghalangi air jalan," imbuhnya.