Dia bilang bahwa asap dari api tersebut akan menakuti beberapa hewan berbahaya seperti beruang dan babi hutan untuk mendekat ke pondok sehingga hal itu akan membuat kami lebih aman.
Setelah membersihkan beberapa rumput liar di sekitar pondok, ayah memberi saya sebuah cangkul dan meminta saya untuk menggali tanah untuk mencari cacing. Saat sudah memiliki jumlah cacing yang cukup, saya membawanya ke ayah dan kami langsung pergi ke sungai.
Kami memasang cacing di kail sebagai umpan untuk menangkap ikan. Sebagai pemancing pemula, saya tidak bisa memasang cacing pada kail dengan benar, dan terlihat seakan-akan itu hampir jatuh dari kail, tapi ayah bilang itu tidak apa apa.
Ayahku baik sekali mau mengajarkanku dengan sabar hingga pada akhirnya aku bisa dengan sendirinya memancing serta mendapat hasil tangkapan berupa udang. Pada akhirnya saya sudah mengerti caranya dan berhasil menangkap udang yang banyak. Kemudian sebelum kami pulang ke rumah, kami memasak udang itu di pondok dan menyantapnya bersama.
Awal liburan menjadi kesedihan bagiku karena tiga kucingku sakit mulai dari saat liburan hingga sekarang saat masuk sekolah. Awalnya kucing muntah dan tidak mau makan dan minum. Setelah itu aku bawa ke dokter. Kata dokter, kucingku sakit. Ibu yang tau nama penyakit si kucing. Akhirnya kucing itu ku bawa pulang dengan beberapa obat yang harus dikasih saat kucing makan.