JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 11.185 kejadian. Data BMKG hingga Rabu (2/9/2026) pukul 05.00 WIB menunjukkan gempa susulan terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M0,9.
Dari total tersebut, BMKG mencatat 36 gempa susulan berkekuatan di atas M5. Sebanyak 165 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto sebelumnya memperkirakan rangkaian gempa susulan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” kata Wijayanto, Rabu (2/9/2026).
Hasil pemantauan BMKG menunjukkan sejumlah gempa susulan menghasilkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat.