Selain itu, karena Muharram merupakan bulan awalan di tahun hijriah, maka umat Islam disarankan untuk memperbanyak amal saleh. Misalnya seperti, puasa sunah Asyura, yaitu hari kesepuluh di bulan Muharram.
Bulan hijriah yang kedua adalah Safar yang artinya ‘Kosong bagaikan tiupan angin atau pergi’. Bulan ini memperlihatkan masyarakat Arab meninggalkan rumah mereka untuk melakukan perjalanan.
Selain itu, orang Arab jahiliyah juga meyakini bahwa bulan Safar merupakan bulan yang penuh malapetaka.
Bulan hijjriah yang ketiga adalah Rabiul Awal yaitu artinya adalah bulan pertama musim semi dan bulan ini juga sebagai masa kembalinya kaum yang merantau (safar) dari perjalanan atau perang.
Bulan hijriah yang keempat adalah Rabiul Akhir yaitu artinya adalah bulan kedua musim semi. Pada bulan ini terdapat beberapa keutamaan hingga terjadi peristiwa penting lainnya, yaitu di antaranya sebagai berikut.