Kenyataannya, pelaku korupsi akan menderita kerugian baik itu di dunia maupun di akhirat. Di dunia koruptor dicap tercela, pencuri, perampas, dan terhina semasa hidupnya, sedangkan di akhirat mereka akan mendapat siksaan yang pedih.
Salah satu dalil yang menguatnya sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ubadah bin ash Shamit Radhyyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dengan arti, “(karena) sesungguhnya ghulul (korupsi) itu adalah kehinaan, aib dan api neraka bagi pelakunya”.
Nauzubillahi min zalik!
Hadirin yang berbahagia,
Kita sama-sama menyadari bahwa kehidupan di dunia ini begitu keras. Cari kerja susah, cari makan susah, dan cari uang pun susah.
Walau demikian adanya, dunia hanyalah kehidupan sementara yang penuh dengan ujian, sedangkan akhirat adalah tempatnya kehidupan kekal.
Maka dari itulah, mari kita jauhi perbuatan korupsi mulai dari hal terkecil seperti korupsi waktu, korupsi uang jajan, korupsi uang kembalian. Dan semoga dengan menjauhi hal-hal kecil yang tercela, hati kita akan dikuatkan untuk tetap istiqomah dalam kejujuran dan amanah.