Di sektor ketenagakerjaan, Syahganda menyebut rata-rata kenaikan upah buruh selama dua tahun terakhir mencapai 6,5 persen. Angka tersebut, menurutnya, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan upah sebelumnya yang sekitar 1 persen.
“Karena rata-rata kenaikan upah buruh udah 2 tahun ya, 6,5 persen. Dulu berapa? Rata-rata 1 persen. Artinya ini ada shifting paradigm di mana Bapak Presiden itu pertumbuhan itu harus inklusif. Harus diarahkan kepada orang-orang yang di lapisan bawah,” katanya.
Meski menyoroti sejumlah indikator positif, Syahganda mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan, salah satunya penurunan jumlah masyarakat kelas menengah. Dia menyebut sekitar 11 juta orang dari kelompok kelas menengah turun ke kelompok kelas menengah bawah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan akan menjadi salah satu fokus pada 2027. Dia menyebut rencana pemerintah masuk ke industri otomotif diharapkan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat kelas menengah.
“Presiden akan masuk ke industri otomotif, tahun depan 2027 itu pasti penyerapan tenaga kerja untuk kelas menengah tadi yang komplain. Nah, itu yang sebenarnya kita harus tahu bahwa secara overall ini memang presiden telah berhasil untuk melakukan, satu yang disebut pertumbuhan inklusif dan memastikan rakyat kita itu ikut tumbuh dalam pertumbuhan itu,” katanya.