Menurutnya, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci dalam mengendalikan penyakit ini. "Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari faktor risikonya, deteksi dini dan pengobatan," tambah Nadia.
Lebih lanjut, Nadia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah komplikasi yang lebih serius.
"Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pengendalian diabetes. Maka masyarakat perlu lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," tambahnya.
Masalah diabetes di Indonesia kini juga tidak lagi didominasi kelompok usia lanjut. Perubahan gaya hidup, seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang, membuat penyakit ini mulai menyerang usia produktif bahkan anak-anak.
Ketua Umum Pengurus Besar PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM, menegaskan pentingnya pengelolaan jangka panjang dalam menangani diabetes.
Prof Yunir menjelaskan, diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi juga berkaitan dengan risiko komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan perubahan gaya hidup sebagai bagian dari terapi.