Teddy menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui tiga jalur, yakni udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan penggunaan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Sementara melalui jalur laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan kapal rumah sakit untuk mendukung penanganan masyarakat.
“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Teddy.
Pemerintah terus memantau proses penanganan bencana untuk memastikan bantuan yang dikirim tidak hanya berhenti di posko, tetapi dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana gempa NTT, mulai dari aparat, relawan hingga masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” tutur Teddy.