Gejala depresi dan kecemasan pada kelompok anak sekolah dan remaja jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasa dan lansia.
Pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, sebanyak 4,8 persen atau 363.326 orang terdeteksi mengalami gejala depresi. Sementara itu, 4,4 persen atau 338.316 orang menunjukkan gejala kecemasan.
Adapun pada kelompok dewasa dan lansia, gejala depresi tercatat sebesar 0,9 persen atau 174.579 orang, sedangkan gejala kecemasan sebesar 0,8 persen atau 153.903 orang.
Kemenkes pun kini diketahui telah menyusun tata laksana pelayanan kesehatan jiwa, baik untuk pasien yang membutuhkan pengobatan maupun layanan psikologis.