Kami menetap di rumah Kakek dan Nenek selama 5 hari, sebelum akhirnya bersiap untuk kembali ke kota Bandung karena Ayah harus bersiap bekerja lagi. Aku tidak sabar untuk berlibur kembali di Kudus dan berkumpul dengan saudara-saudaraku lagi.
Mungkin aku agak berlebihan dengan rasa kangenku saat Lebaran. Selain aku sangat ingin bertemu dan silaturahmi dengan keluarga, aku juga rindu kaleng roti isi rengginang.
Obsesiku tampak aneh kan? Namun, kenangan terhadap rengginang tidak mudah luntur dimakan zaman.
Dulu, saat aku masih SD, nenekku sering membuat rengginang untuk camilan Lebaran. Makanan ini dibuat dari ketan yang dipipihkan, lalu dijemur sampai kering. Setelah itu, bahan mentah ini digoreng sehingga menjadi rengginang yang renyah dan gurih.
Nenek biasanya menaruh semua rengginang buatannya pada kaleng roti besar. Kaleng ini lantas disajikan di atas meja ruang tamu yang dihidangkan bersama camilan lainnya.