5 Khotbah Natal Singkat yang Menarik untuk Renungan tentang Pengharapan

Puti Aini Yasmin
Ilustrasi khotbah Natal (Freepik)

  • 5. Khotbah Natal "The Prince of Peace (lahirnya Sang Raja Damai)" oleh Pdt Robertus Purwadi, SPd, SE

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Yes. 9:6). Damai di dunia ini dapat dibuat oleh siapa saja, tetapi damai dari dunia adalah damai yang penuh kepalsuan. Hanya Yesus Kristuslah sang pemilik damai yang sejati, sebab Dia lahir sebagai seorang Raja Damai. Mengapa Yesus disebut sebagai Raja Damai? Sebab Ia lahir sebagai manusia dan Tuhan bagi setiap umat manusia. Kata damai dalam bahasa Ibrani adalah shalom, sedangkan dalam bahasa Yunani disebut eirene yang artinya kesejahteraan penuh lengkap.

Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini bukan tanpa memiliki suatu tujuan, melainkan Tuhan Yesus memiliki tiga tujuan mengapa Ia lahir ke dunia ini, yaitu supaya kita:

1. Berdamai dengan Bapa

"Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'" (Yoh. 14:6). Karena semua umat manusia sudah terputus hubungannya dengan Bapa dan dipenuhi oleh dosa, maka Tuhan Yesus lahir sebagai seorang pendamai bagi hubungan manusia dengan Bapa. "Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya" (Rm. 3:25).

2. Berdamai dengan Diri Sendiri

Selain mendamaikan hubungan kita dengan Bapa, Tuhan Yesus lahir ke dunia ini juga sebagai pendamai atas diri kita sendiri. Mengucap syukurlah atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, sebab kita adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan dikasihi-Nya. Mengucap syukur merupakan salah satu cara bagaimana kita dapat berdamai dengan diri kita sendiri. "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh. 1:8-9).

3. Berdamai dengan Sesama

"Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain" (Mrk. 9:50). Tujuan Tuhan lahir ke dunia ini bukan hanya sebagai pendamai bagi hubungan kita dan Bapa, dan berdamai dengan diri sendiri, melainkan agar kita sebagai manusia juga dapat berdamai dengan sesama. Tuhan ingin kita menjadi terang dan garam bagi sesama, dan Tuhan ingin kita hidup dengan saling mengasihi satu sama lain. "Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya" (Mzm. 133:1-3).

Tahun 2019 adalah The Year of A New Birth atau merupakan Tahun Kelahiran yang Baru, di mana hal tersebut memiliki pengertian yang berbeda dengan tahun 2018. Apa yang dimaksud dengan Tahun Kelahiran yang Baru? Berarti kita akan menerima dan mengalami mukjizat-mukjizat baru yang belum pernah kita alami sebelumnya, dan kita akan menerima berkat baru dari Tuhan yang sudah Ia siapkan bagi kita. Untuk mengalami janji-janji Tuhan yang baru di tahun 2019, kita perlu berdamai dengan Bapa, diri sendiri, juga dengan sesama. "Tetapi seperti ada tertulis: 'Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia'" (1 Kor. 2:9)

Semoga contoh khotbah Natal di atas bisa menjadi referensi untuk kita semua ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Megapolitan
3 hari lalu

Festival Kasih Nusantara 2025 Digelar Kemenag, Natal Bersama Jadi Simbol Harmoni

Nasional
5 hari lalu

168.614 Kendaraan Kembali ke Jabotabek hingga H+2 Natal

Nasional
7 hari lalu

Momen Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Tetap Rayakan Natal meski Jauh dari Keluarga

Seleb
7 hari lalu

Kaget! Deddy Corbuzier Tetap Rayakan Natal Bareng Azka Meski Sudah Mualaf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal