50.000 Buruh Demo di DPR saat May Day 2026, Ini 6 Tuntutannya

Tangguh Yudha
Ilustrasi sebanyak 50.000 buruh akan menggelar aksi may day di DPR dan menuntut 6 hal. (Foto: ist)

“Kalau tuntutannya sama seperti tahun lalu, artinya pemerintah tidak serius menyelesaikan masalah buruh. Ini bukan sekadar kritik, ini alarm,” sambungnya.

Tuntutan pertama adalah mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru sesuai amanat putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Menurut Said Iqbal, hingga kini pemerintah dan DPR dinilai belum menunjukkan progres nyata, padahal batas waktu penyusunan aturan baru tinggal kurang dari enam bulan.

KSPI dan Partai Buruh, lanjut dia, telah menyerahkan konsep RUU setebal 700 halaman yang memuat prinsip perlindungan kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial, termasuk usulan lima jaminan sosial baru seperti jaminan makanan, perumahan, pendidikan, air bersih, dan jaminan pengangguran.

Isu kedua adalah penolakan terhadap sistem outsourcing dan kebijakan upah murah. Said Iqbal mengingatkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus outsourcing belum terealisasi hingga kini.

“Kami hanya mengingatkan janji Presiden. Outsourcing itu membuat buruh tidak punya masa depan. Bisa di-PHK kapan saja, tanpa kepastian kerja,” ujarnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

Anggota DPR Soroti Dampak Karhutla, Minta Pemerintah Pertimbangkan Status Bencana Nasional

2 hari lalu

DPR Nilai Penegakan HAM Era Prabowo Meningkat, Kritik Masih Punya Ruang

2 hari lalu

Anak Disabilitas Tewas Diduga Dibully, Anggota DPR Usul UU Anti-Bullying

3 hari lalu

DPR Prihatin Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe: Harus Diusut sampai Tuntas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal