6 Contoh Cerkak Bahasa Jawa Lengkap dengan Terjemahan, Dijamin Seru dan Menarik!

Simon Iqbal Fahlevi
Contoh cerkak bahasa Jawa (Foto: Odua Images)

5. Pandemi Covid-19

Setahun kepungkur negoro iki keno wabah pandemi covid-19. Berita kasebut akeh disiarke ing TV lan surat kabar. Aku lan warga sekitar eruh kabar kasebut lan mulai ngenekne rapat sore iku.

Ing awal-awal wabah kasebut, Pak RT duwe rencana becik supoyo wabah kasebut iso cepet ilang soko negorone awak’e dewe.

Poro warga di dawuhi dipangeing metu tekan omah. Kabeh dalanan melbu deso sementara bakale di tutup, sekolah di preikne lan kabeh kerjoan di liburno.

Warga sekitar kang melu rapat deso kasebut podo setuju karo usulane pak RT. Pak RT sanjang, “Wabah iki duduk wabah biasa, awak e dewe kudu podo waspodo, ojo metu ko omah disek tanpo alesan sing penting”.

Rencana iku bakal diterapne minggu ngarep. Warga podo sepakat.

Terjemahan:

Pandemi Covid-19

Setahun yang lalu, negara ini dilanda pandemi covid-19. Berita itu disiarkan secara luas di TV dan surat kabar. Saya dan orang-orang di sekitar saya mendengar berita itu dan mulai menghadiri pertemuan malam itu.

Di awal wabah, Pak RT punya rencana bagus agar wabah cepat hilang dari negaranya. Warga disuruh keluar dan mencapai rumah mereka.

Semua jalan menuju desa akan ditutup sementara, sekolah akan ditutup dan semua bisnis akan ditutup. Warga sekitar yang mengikuti musyawarah desa setuju dengan usulan Pak RT.

Pak RT berkata, “Wabah ini seperti wabah biasa, harus hati-hati, jangan keluar rumah tanpa alasan penting”.

Rencananya akan dilaksanakan minggu depan. Warga banyak yang setuju setuju.

6. Tuku Sepeda

Ing sore kang cerah, kejaba Wina katon lunggung ono kursi ngarep omahe. Ulate mbesungut, atine katon nggondok. “Buk, bapak dereng rawoh ta? Kok suwe eram.” Pitakone Wina marang ibune. Ugo tibak e wisnu wes dijanjeni bapak e arep dijak mlaku-mlaku sore menyang toko sepedah. Wina terus kelingan janjine bapak yen dhewek e biso rangking 1 arepe di tumbasne sepedah anyar koyok sing wes dipingini wisnu katon suwe.

“Bapak jek kerjo nu, kayak e bakal muleh rodho telat!”, jawab e ibuk. Wina nimpali dawuhane ibuk, “Lha bapak wingi pun janji ajenge numbasne aku sepedah anyar lo buk, mosok bapak kesupen ya!”. Ora suwe banjur ono suworo motor melbu nek ngarep omah, Wisna langsung mlayu mastekne yen suworo iku teko motor e bapak e muleh kerjo.

“Hore, Bapak rawuh……. Bapak rawuh……..”. Wina Sorak-sorak bungah atine. Wina sing awale katon lesu, gelisah lan bingung ugo langsung semangat. Polae dino iki mau Wina tompo rapot lan dilalahe oleh ranking 1. “Pak, sore niki sios tumbas sepedah anyar kagem Wina kan?”, Wina mastekne menyak bapak e.

“Wah, anakku ranking 1 tenan to? Selamat yo le….. ayo gek dang adus terus budal tumbas sepedah”, jawabe bapake wina. Banjur tanpo basa-basi Wina langsung njupuk klambi lan mlaku nak jeding ados. “Sak gebyuran ugo wis cukup-lah kanggo adus sore iki, ben cepet”. Batine Wina.

Rampung adus, adit di dandani karo ibuke, gawe minyak wangi lan pupuran merok-merok. Bar kui langsung nemoni bapak e sing wes siap budal ngenteni nek ngarep omah. Ing toko sepeda, Wina sampek bingung milih sepedah sing di pingini. Akeh pilihan sepedah sing di tawarke mulai rego 1jt – 3jt apik-apik tur warnane katon nyenengke. Sak wise milih-milih sepeda kang ono ing toko, wisnu mulai sreg karo salah sijine sepeda kang warnane orange.

Terjemahan:

Beli Sepeda

Di suatu sore yang cerah, kecuali Wina, ia terlihat sedang duduk di kursi di depan rumahnya. Hatinya hancur. "Kak, kamu sudah datang belum? Mengapa begitu lama." Wina bertanya pada ibunya. Kebetulan ayah saya telah berjanji untuk membawa saya jalan-jalan di malam hari ke toko sepeda. Wina terus mengingat janji ayahnya bahwa jika dia bisa peringkat 1, dia akan membeli sepeda baru yang dia inginkan sejak lama.

“Ayah, jika kamu bekerja, kamu akan pulang terlambat!”, jawab ibu. Wina menanggapi kata-kata ibunya, "Kemarin, kamu berjanji untuk membelikanku sepeda baru, kak, kamu lupa!". Tidak lama kemudian, terdengar suara sepeda motor di depan rumah, Wisna langsung berlari untuk mengetahui bahwa suara tersebut adalah sepeda motor ayahnya yang pulang kerja.

"Hore, Ayah datang ....... Ayah datang……..”. Wina Bersorak dengan sukacita di hati. Wina yang awalnya terlihat lesu, gelisah dan bingung, namun langsung menjadi antusias. Pola hari ini Wina berantakan dan terbengkalai peringkat 1. “Pak, malam ini bapak mau belikan sepeda baru untuk Wina kan?”, kata Wina.

"Wah, anak saya benar-benar peringkat 1 bukan? Semoga berhasil....mari kita mandi dan pergi membeli sepeda", jawab ayah yang lain. Kemudian tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Wina segera mengambil pakaiannya dan pergi untuk berpakaian. "Saat hiruk pikuk, cukup mandi sore ini, cepatlah." Wina bagian dalam.

Setelah mandi, Adit berdandan dengan ibunya, membuat parfum dan merokok. Aku segera menemui ayahku yang sudah siap berangkat dan menunggu di depan rumah. Di toko sepeda, Wina bingung memilih sepeda yang diinginkannya. Ada banyak pilihan sepeda yang ditawarkan mulai dari 1 juta hingga 3 juta, cantik dan warnanya terlihat menyenangkan. Setelah memilih sepeda di toko, saya mulai menyukai salah satu sepeda oranye.

Demikianlah penjelasan soal cerkak bahasa Jawa. Semoga bisa menambah khazanah tentang sastra Jawa bagi para pembaca setia.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Muslim
11 bulan lalu

5 Pidato Bulan Rajab Bahasa Jawa, Bisa Jadi Referensi 

Nasional
1 tahun lalu

7 Contoh Teks MC Bahasa Jawa untuk Berbagai Acara 

Nasional
1 tahun lalu

5 Artikel Bahasa Jawa Singkat dengan Berbagai Tema

Nasional
1 tahun lalu

6 Contoh Teks Deskripsi Bahasa Jawa, Lengkap dengan Berbagai Tema

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal