Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan alasan dipilihnya Bandara Kertajati karena rute penerbangannya masih sedikit sehingga tidak akan mengganggu jadwal. "Dipilih karena rutenya paling sedikit. Jam 9 malam penerbangan terakhir. Mereka (69 WNI) prediksi datang jam 23.30," katanya.
Selain rute penerbangan masih sedikit, Budi menuturkan, BIJB Kertajati juga memiliki tempat yang luas. Nantinya pesawat yang membawa 69 WNI itu akan disterilisasi selama tiga hari di BIJB Kertajati setelah proses evakuasi.
"Kedua tempatnya luas. Nantinya pesawat tersebut tidak bergerak untuk sterilisasi selama tiga hari setelah evakuasi. Jadi tidak akan penuh di sini," ujarnya.