Ilustrasi KDRT. (iNews.id)
Bachtiar Rojab

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membagikan 7 cara mengantisipasi keluarga dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pertama selalu mengingat Allah SWT bahwa menyakiti, melukai dan menzalimi makhluknya adalah haram.

"Mau bagaimana dan dengan alasan apa pun. KDRT dalam Islam tidak pernah dibenarkan," ucap Wakil Sekretaris Jenderal MUI Badriyah Fayumi dalam keterangannya, Kamis (3/11/2022). 

Cara kedua ikut Rasulullah SAW, tidak pernah melakukan pemukulan kepada istri, anak, cucu dan pembantu rumah tangga dan kucing. Ketiga semua manusia terutama pasangan merupakan bani Adam yang mulia dan harus dimuliakan.

"Rasulullah SAW selalu lemah lembut kepada keluarganya, bahkan kepada musuhnya. Sudah sepatutnya kita teladani akhlak beliau," ucap dia.

Empat selalu hadirkan empati bahwa diri kita tidak ingin disakiti dan dizalimi, begitu pula pasangan kita. Kelima menjalankan masyarah bil ma'ruf sebagaimana diperintahkan Alquran surat An-Nisa ayat 19 dalam menjalani relasi suami istri. 

Keenam jika terjadi masalah dalam rumah tangga harus diselesaikan dengan cara yang beradab dan bermartabat.

"Ketujuh, KDRT tidak akan menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah dalam rumah tangga," katanya.



Editor : Faieq Hidayat

BERITA TERKAIT